Langsung ke konten utama

#PENGINGATDIRI


Artinya: Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim.


(QS Al Anbiya; 87)


____ 

02022020

inshaallah jadi hari pengingat yang sangat menampar.

 inshaallah jadi hari berhenti posting kebahagiaan, yang awalnya dikira juga bisa jadi kebahagiaan bagi orang lain. 

sebenarnya banyak kasus yang udah lewat, yang jadi pengingat diri dan buat hati ngomong "tuhkan R.. gara-gara kamu dia jadi fikir ini atau itu. lalu... dia jadi berantem atau ngotot sama orangtuanya atau bahkan suaminya...

dasar aku yang suka bangkang sama nasehat hati. yang sesuka hati sama sifat bodo amat yang bener-bener bodo amet. 


tapi, hari ini itu semacam puncaknya. 


kejadiannya tu gini. 


waktu aku lagi posting kebahagiaan ternyata ada teman yang lagi berduka  (ayahnya meninggal). 

sebenarnya gaada maksud mau bodo aja sama berita duka itu, karena sama si teman itu ya benar-benar sangat akrab. 

tapi jadi ternilai kok sebodo amet gitu, sanggup-sanggupnya posting waktu ada teman yang berduka. 

Tadi pagi bareng tim Rihlah setelah asli seharian nyiapin ini itu buat acara tasyakuran anak-anak (kemarin). 

semacam lebih ke ngerti kalau teman-teman tuh butuh nyantai. so, pergilah kita dengan persiapan yang seadanya. 

aslitukan, main hp cuma buat foto dan boomerangi pasir yang di upload ke insta stroy (dengan tanpa maksud ke siapapun). tapi ternyata insta story itu dilihat sama teman yang ayahnya baru aja dikebumiin, yang lagi berduka cita. sama teman esema yang juga dekat sama aku dan teman yang lagi berduka.  

jam sore gitu, baru sadar "ini kok notif LINE rame kali" padahl emang LINE itutu cuma buat komunikasi sama teman esema via grup angkatan. jadi ya emang grupnya bakal sepi kalau gaada yang menikah atau reuni. tapi, jadi teringat dua minggu lalu juga melewatkan berita duka teman esema juga. 

selain itu kok berasa di bom chat sama si teman baik yang bener-bener banget ini. 

Dia : Tau gak bapaknya si I meninggal...

Dia : R. 

Dia : is tega kali bah, sanggup update story tapi chat ga dibalas.." (padahal emang waktu itu, kondisinya ga buka apa-apa selain instagram itupun cuma upload boomerang tangan main pasir & suami lagi minum es kelapa).

Dia : R.

Dia : yaudah jangan nyesel ya..

Dia : ro...

Dia : Ya Allaah, sombongnya kau..

Dia : sanggup kali kawan lagi sad dia happy..." (padahal pas tau aku sedih, bahkan nangis diam-diam tanpa ketahuan suami apa lagi teman yang lain).

berasa disambar geledekkan? udahlah bacanya telat? jadi berasa bahagia diatas penderitaan orangkan? sedihkan? pahal gak gitu kan? 

ini puncaknya. semoga jadi akhir postingan alay, postingan kebahagiaan, atau apalah... yang bisa jadi buat orang lain ngerasa kepengen, buat orang lain tersinggung, dan lainnya... 

yuk, berhenti umbar kebahagiaan, bisa jadi postingan kebahagiaan kita jadi malapetaka buat kita. berhenti berfikir bukan urusan orang lain, karena orang lain punya hak atas diri kita. semua hal, apapun itu. bakal dimintai pertanggung jawaban..😣



Komentar

  1. Gak ada salahnya sih sharing Kebahagiaan pada orang lain. Kan di akun sosmed pribadi kita. Perkara orang lain yg melihat jd tersinggung, lalu kenapa kita jadi ikutan bertanggungjawab dengan perasaannya? 😅 So, stay happy ya kak ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku setuju kak..
      Kita berbagi kebahagiaan asal sewajarnya.
      Teman aku banyak sharing tentang kebahagian dia. Eh taunya malah bisa menginspirasi orang lain.. Bismillah. Diniatkan aja agar org lain juga ikut bahagia.

      Kalo justru ada yang berduka, ya kita juga bisa share info atau message ke akun dia. Sbgai rasa simpati kita

      Hapus
  2. Justru pelajaran lainnya, kl main sosmed jangan baper dan baiknya memang unt berbagi kebahagiaan. Asal ga berlebihan hehe

    BalasHapus
  3. بسم الله الرحمن الرحيم

    Media Sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, WhatsApp memang difungsikan untuk bersosial, berkomunikasi.

    Tapi ga dipungkiri terkadang kita hanya ingin tahaddus binni'mah, memberi kabar gembira dan kesyukuran. Bahkan Juga ingin mendokumentasikan momen kebahagiaan atau kebersamaan.

    Namun efek saling ketidakpahaman juga besar jika kita agak lengah dengan sekitar khususnya teman dekat.

    Mungkin ada baiknya jika lain kali pake tambahan caption #izinsavememori
    #maaf chat belum kebuka semua
    dst.

    Tulisan ini menginspirasi dan menyemangati saya untuk nulis lanjutan penelitian ttg Pengaruh Internet seperti yang pernah saya lakukan utk tugas S1. Terimakasih.

    semoga yang sedang bersedih diberi kebahagiaan oleh Allah swt. Dan yang bahagia diberi Allah kemudahan untuk waspada sekitar.

    Izin komen agak panjang karna terkait bidang saya.

    BalasHapus
  4. Sempat ngerasa kayak gini juga ra, takut posting ini dan itu. Takut temen ada yang ngerasa sedih, kok kita kayak hepi. Tapi balik lagi ke kedua pihak. Selama yang posting niat nya berbagi kebahagiaan dan nggak berlebihan, dan yang ngeliat nggak baper malah berpikir positif dan mendoakan, sebenernya nggak ada masalah. Tetap happy dan positif yaaa..

    BalasHapus
  5. Ara...

    Kakak termasuk yang suaminya suka ngingetin gak boleh upload lagi di tempat makan atau wisata meski gak pake video alay.

    Tapi ini khusus buat keluarga kami karena aturan suami. Dan kalo orang lain buat, kakak malah mendoakan kebahagiaan buat yang posting. Kadang kakak mikir itu pasti buat simpan di media.

    BalasHapus
  6. Saya malah kadang sering rasanya ingin intip insta story orang lain. Eh, jarang buat insta story sendiri. Ada rasa radar malu kalau ketahuan lagi ngapain.

    BalasHapus
  7. Aku juga agak selektif sih kalau buat postingan di medsos, menurut aku biar lebih privat gitu, kalau komentar orang sih gak gitu aku pedulikan, cuma enggan saja upload yang alay² gitu kecuali kalau job lain cerita

    BalasHapus
  8. Terkadang gak pa² kok kita fokus ke diri kita aja. Toh teman² kan gak punya andil terhadap bahagia nggaknya kita. Jd ya woles aja hehe...

    BalasHapus
  9. Posting kebahagiaan sih ga masalah. Kalau ada yang ga suka dengan kebahagiaan kita, ya itu urusan mereka. Bukan kita.

    Tapi lihat juga kalau posting kebahagiaan tapi saat teman dekat lagi sedih, itu kalau bisa hindari. Intinya kalau memang benar benar dekat ya. Dan kalau pun tak tahu kalau dia lagi sedih, ya ga masalah juga. Intinya kembali ke diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju.
      Ga salah sih posting kebahagiaan.
      Soal berlebihan, tergantung org yg lihat yg bisa nilai.
      Gak bisa kita atur2.

      Tapi emang kalo ternyata tmn lagi berduka cita, cepat2 minta maaf dan jelaskan situasinya.
      Mnrt awak sih

      Hapus
  10. Ya ampun kk semua yg di sosmed itu tak lain dan bukan 85% itu untuk pamer semata, selebihnya info hoax, 10% info bagus dan benar, 5 persen utk dakwah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran dari si Wanita Baik Itu. #1

"Wanita baik-baik. Tidak akan menyakiti wanita manapun, sekalipun wanita itu belum tentu baik."
 Jam menunjukkan pukul 03.00WIB. dan wanita yang kata suaminya lucu itu belum juga tertidur.

HPnya mulai lobet, dan sebagai pertanda kebosanan akan segera melandanya.

"Sayang, izin pinjem hp kamu ya. Mau main games." bisiknya pada lelakinya yang sudah tertidur pulas sejak pukul dua puluh dua malam tadi.

"yah, kok paswordnya diganti?" tanyanya lagi, sendiri. dan nampak kebingungan.

Dia menarik jari lelakinya yang masih tertidur, dan tak sadarkan diri. Menggunakan aplikasi hebat dari smartphone hari ini.

Sebuah pesan masuk membuat matanya semakin segar, dan hatinya berdegup lebih kencang.

Dia membukanya, dan membacanya. Air matanya berhamburan.

Mawar : Kamu lagi apa?
Saya : Kamu? Mawar : Lah, kamu ditanya malah tanya lagi. Lucu ya,hehe Saya : Ada apa War?  Mawar : Gak boleh ya aku rindu?  Mawar : Istrimu belum tidur ya, Mas? 
Wanita baik itu sangat yakin Wanita y…

Pelajaran dari Si Wanita Baik Itu #3

"Sayang,pimpinan memanggilku." baru saja tiba dirumah dinas mereka, lelaki yang sedang menggenggam gelas teh di tangannya membuka perbincangan.

"Lalu?" Wanitanya duduk disebelahnya, yang lalu menunduk dan membukakan kaus kakinya.

"Mulai besok, kita akan serumah dengan dua orang wanita dari kota. Bagaimana menurut kamu?" Tanya lelaki itu meminta pendapat pada wanitanya.

Wanitanya hening, tampaknya sedang berfikir. Berjalan kedapur dan memegang secangkir air mineral ditangannya.

Ia duduk kembali, meneguknya hingga setengah dan meletakkannya.

Menggenggam tangan lelakinya dan mencoba angkat bicara.

"Aku terserah kamu, tapi apa gak akan jadi masalah? Kita tinggal di lingkungan masih perdesaan. Apa gak akan jadi gosip?" jawab wanitanya sangat berhati-hati.

"Letakkan saja mereka dikamar belakang, aku gak akan ketoilet kecuali kamu temanin, dan gak akan pulang sebelum kamu pulang..." jelas pria itu mencoba menjawab kekhawatiran istrinya.

Sepeka…

Pelajaran dari Si Perempuan Baik Itu #4

"Mau kemana Bu?" Sapa Kepala sekolah ditempat wanita baik itu mengajar.
"Oh, saya mau pulang Bu.." jawab wanita baik itu datar.

Ia agak berbeda akhir-akhir ini. Lebih banyak diam dan tak riang.

"Ibu tidak apa-apakan?" Tanya kepala sekolah sekali lagi.
Wanita itu hanya mengangguk dan pamit untuk pulang lebih dahulu.

Akhir-akhir ini, ntah mengapa perasaannya kurang enak. Tidurnya tidak cukup. Badannyan terasa lebih hangat dari biasanya.

Wanita itu tiba didepan rumahnya. Dan langsung menghampiri suaminya yang mungkin hari itu jam mengajarnya lebih sedikit sehingga dapat pulang kerumah terlebih dahulu.

"Kamu kenapa?" Tanya suaminya membuka keheningan diatas meja makan.

"Gapapa kok,hanya kurang enak badan." jawabnya datar sambil menyendokkan nasi untuk suaminya.

Meja makan lebih sepi dari biasanya, tidak ada cerita, tidak ada candaan. Benar-benar berbeda beberapa hari belakangan.

Wanita itu menyadarinya, malam haripun demikian.

Akhir-akhir …